Minggu, 27 November 2022

I Dewa Ayu Firsty Bagikan Kisah Pembawa Baki Bendera Pusaka 17 Agustus Di Istana Negara

 Caption : - I Dewa Ayu Firsty Meita Dewanggi saat di sekolah bersama Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) kabupaten Kudus melalui kepala bidang kepemudaan Iswahyudi (12/11)

I Dewa Ayu Firsty Meita Dewanggi saat diwawancara dirumahnya di Kaliwungu, Kabupaten Kudus (14/11)

- Istimewa / I Dewa Ayu Firsty Meita Dewanggi Pembawa baki bendera merah putih di Istana Kepresidenan Republik Indonesia (RI) saat 17 Agustus 




KUDUS - I Dewa Ayu Firsty Meita Dewanggi, atau sapaanya Ayu Firsty membagikan kisahnya bisa menjadi Pembawa baki bendera merah putih di Istana Kepresidenan Republik Indonesia (RI) saat 17 Agustus 2022 kemarin.


Prosesnya awal hingga terpilih menjadi pembawa Baki bendera bermula saat bulan Februari ditunjuk langsung dari sekolah (SMAN 2 Kudus) memasukan namanya untuk dikirim seleksi di Kabupaten Kudus tanggal 28 bulan Maret. Disana terdapat lebih dari 100 orang dari beberapa sekolah dan tersaring menjadi 60 orang. 


"Setelah itu aku terpilih buat masuk perwakilan ke tingkat provinsi Jawa Tengah, habis itu aku dilatih lagi buat ikut seleksi nasional di provinsi,"


Dari pengumuman terakhir tersebut dipilih 5 putra dan putri dari perwakilan provinsi yang akhirnya terpilih maju untuk ke tingkat nasional. Setelah lolos akhirnya berangkat ke Jakarta tanggal 15 Juli.


"Di Indonesia kan ada 34 provinsi itu berarti ada sekitar 68 orang di sini tuh kalau di Kabupaten beda sama di provinsi kan persaingannya mungkin kalau di sana itu lebih ke mentalnya, mengobatinya kuat-kuatan mana gitu loh itu benar-benar ketat," ciutnya


Firsty pun mengatakan bahwa yang menonjol disana adalah perwakilan dari Papua Barat dan Kepulauan Riau. 


Tim Pancasila Tangguh merupakan kelompok paskibraka yang bertugas mengibarkan Bendera Merah Putih. Sementara kelompok lainnya, tim Pancasila Sakti, bertugas menurunkan bendera.


"Di tempat lain itu mereka pengibaran nya pagi jam 7 kalau di pusat itu jam 10 ini sesuai dengan kaya proklamasi dulu kan jam 10 pagi. Aku sampai rela nggak makan pagi kepikiran itu,"


Dirinya pun terkejut dan tidak menyangka bisa membawa dan menyerahkan bendera, dirinya merasa lega, terharu dan bangga dapat mewakili menjadi pembawa baki di istana.


"Saat gladi bersih itu saya yang memegang baki, tapi balik lagi, kami ga tau sampai hari H bisa diganti dan kami semua harus siap siapa saja yang ditunjuk," kata ayu firsty


Pada hari H, Ayu berhasil menunaikan tugasnya dengan baik. Ia tidak merasa grogi, terutama saat berhadapan dengan Presiden Joko Widodo saat proses penyerahan Bendera Pusaka.


Putri kebanggan Indonesia yang lahir pada 26 Mei 2006 ini membeberkan bahwa dirinya suka pada hal yang menantang dan melatih mental. Dirinya pun tidak menyangka yang dulunya untuk fisik saja lemah, namun karena ada orang yang meremehkannya itu menjadi motivasi dan semangat bahwa dirinya itu bisa dan tidak hanya menjadi beban saja


Setelah Upacara 17 Agustus, anak dari I Dewa Gede Sripujono Darma Yudo dan Juniati menerima banyak tawaran dan beasiswa untuk melanjutkan jenjang belajarnya. 


"Saat ditanya cita cita ingin menjadi Perwira polisi dan bersekolah di Akpol setelah lulus nanti,"  (Cr1)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar